Search

Ngabayotn Ritual Permohonan Rejeki dan Keselamatan Oleh Suku Dayak Salako

Ngabayotn

Salam budaya kali ini aku ingin berbagi info tentang upacara ngabayotn, karena aku sadar akan pentingnya Sejarah dalam bangsa ini seperti kalimat berikut ini “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kebudayaan” sudah kita lihat jalan 76 tahun Indonesia merdeka dan di Indonesia sendiri memiliki suku dan bahasa yang sangat banyak. Indonesia memiliki 300 etnik (suku bangsa) menurut Badan Pusat Statistik tahun 2010 ada 1.340 suku bangsa yang ada di Tanah Air kita Indonesia ini bisa membuat kita bangga loh walu berbeda tetapi kita tetap satu yaitu Indonesia, untuk itulah kita perlu membahas Ngabayotn Ritual Permohonan Rejeki dan Keselamatan Oleh Suku Dayak Salako.

Nah pada saat aku ingin membagikan cerita tentang Ngabayotn ini salah satu buku yang menjadikan referensi yaitu buku tentang Austronesia Dayaka Tentang Kelompok Suku Salako Dayaka Borneo yang ditulis oleh Bapak Simon Takdir pada tahun 2017 yang dicetak pertamakalinya. Apa sih itu Ngabayotn menurutnya,? ngabayotn adalah persamaan bahasanya kedalam bahasa baahe yaitu Naik Dango yang merupakan upacara ritual permohonan untuk rejeki kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan masyarakat suku Dayak Salako dalam tahun baru yang akan segera tiba kemudian mereka akan jalani tahun yang baru dengan bercocok tanam kembali seperti membuka lahan baru dan menurut Buku yang ditulis Bapak Simon Takdir ngabayot bukanlah sebuah ungkapan syukur tetapi sebuah permohonan rejeki kesehatan dan keselamatan.

Itu cukup dibuktikan dengan berdasarkan doa oleh panyangohotn pada saat ritual tidak satupun ungkapan terima kasih seperti dalam kelimat berikut ini :

“Angke nyo ugo’ kito’ Jubato awo pamo ngan kito’ an laine ku nyampado, kunyaru’. angkowo bo ugo’ paminta’e si Ane’ (Sebut Pemilik Kurban). Au’ kade’ baumo batahutn ba banir aro’ ampo’ ngangkut ai’ batanoh, miharo enyekng rayo ramoh ba tingi baboh ampo ka pulo Pamapar, miharo manok basige aur ampo burung makotn buoh kayu aro. Sarato ugo minto’ batubuh nyaman, baati sanang, baboho anu, basukat panyokng, bagago batubuh nyaman, modal rato ampo muakngi’ taporotn, muakngi tamunan, sarabo tamu gampang, tamu muroh. Koo bo paminta’e ka kito’ an ikunyaru kunyampado, baik bo kito’ Jubato pulo, koalo, sunge, talok baik kito’ an i……… (sebutkan Jubato dengan nama-nama temoat mistis di kawasan kuminitas tersebut)”. 

Kemudian yang diterjamahkan kedalam bahasa Indonesia oleh bapak Simon Takdir yang artinya adalah sebagai berikut :

“Maka dari itulah juga kalian Jubato, arwah leluhur dan yang lainnya saya sapa, saya undang karena itu adalah permohonannya (permintaannya) si Anu ( sebut nama pemilik kurban). Ya bila dia berladang semoga buah padinya lebat dan banyak seperti mengangkut air dan tanah memelihara babi berkembang biak yang banyak dan bagus dan besar-besar ukurannya (tinggi rendah) seperti di pulau Pamapar (pulau mistis yang banyak babinya), memelihara ayam berkembang biak luar biasa banyaknya (seperti ranting bambu aur) laksana kawanan burung yang memakan buah kayu ara. Bersamaan dengan itu juga dia memohon (meminta) agar keluarganya sehat dengan hati senang, terhindar dari bencana, berumur panjang, mencari rejeki dengan mudah ditemukan. Itulah permintaannya pada kalian yang saya undang dan aku sapa, baik kalian Jubata air, Jubata pulau, Jubata kuala, Jubata sungai, Jubata teluk, maupun kalian yang di ……(sebutkan Jubata dengan nama-nama temoat istis di kawasan kumunitas tersebut, seperti contoh Jubato Bukit Bawokng, Jubato Sungai Sapero’ dan seterusnya).”

Daftar Pustaka :

Buku Austronesia Dayaka Tentang Kelompok Suku Salako Dayaka Borneo – Simon Takdir
Simbol dan Makna Upacara Adat Ngabayotn Suku Dayak Salako Kalimantan Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*